Semester II, Premi Asuransi Umum Bisa Tumbuh Dua Digit

Kinerja asuransi umum diprediksi masih tumbuh moncer di semester kedua tahun ini. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksikan, premi masih akan tumbuh di kisaran 10%.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe mengatakan, di awal tahun ini tren bisnis asuransi umum memang mencatatkan kinerja positif bahkan pertumbuhannya melebihi ekspektasi asosiasi. Iklim bisnis asuransi umum terdorong kondisi makro ekonomi yang masih stabil di awal tahun ini. “Target kami konservatif minimal 10%, diprediksi trennya masih berlanjut,” kata Dody.Sekedar informasi, merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai Mei 2018, premi bruto asuransi umum tumbuh 16,6% dibanding realisasi periode sama tahun lalu menjadi Rp 20,4 triliun. Peningkatan itu bisa jadi terdorong momentum sebelum Lebaran. Di masa itu biasanya sejumlah produk laris manis seperti asuransi kendaraan bermotor, personal accident maupun asuransi perjalanan.

Sementara, katalis yang akan mendukung di semester kedua ini ialah masih dominan dari lini bisnis asuransi properti dan kendaraan bermotor. Optimisme itu juga didukung oleh penjualan kendaraan roda dua dan empat yang diproyeksikan bergairah di sisa tahun ini.

Pun demikian dengan adanya relaksasi loan to value (LTV) kredit properti dari Bank Indonesia yang juga diharapkan bisa menjadi salah satu faktor yang mendongkrak bisnis asuransi properti terutama segmen residensial. “Kebijakan ini tentu akan meningkatkan pembelian rumah, dengan demikian asuransi properti yang segmennya residensial juga diharapkan naik,” terang Dody

Sekedar informasi, merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai Mei 2018, premi bruto asuransi umum tumbuh 16,6% dibanding realisasi periode sama tahun lalu menjadi Rp 20,4 triliun. Peningkatan itu bisa jadi terdorong momentum sebelum Lebaran. Di masa itu biasanya sejumlah produk laris manis seperti asuransi kendaraan bermotor, personal accident maupun asuransi perjalanan.

Sementara, katalis yang akan mendukung di semester kedua ini ialah masih dominan dari lini bisnis asuransi properti dan kendaraan bermotor. Optimisme itu juga didukung oleh penjualan kendaraan roda dua dan empat yang diproyeksikan bergairah di sisa tahun ini.

Pun demikian dengan adanya relaksasi loan to value (LTV) kredit properti dari Bank Indonesia yang juga diharapkan bisa menjadi salah satu faktor yang mendongkrak bisnis asuransi properti terutama segmen residensial. “Kebijakan ini tentu akan meningkatkan pembelian rumah, dengan demikian asuransi properti yang segmennya juga diharapkan naik,” terang Dody.

sumber: kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*