Premi Asuransi Umum Melesat Hingga Tengah Tahun, Industri Pilih Hati-Hati

Bisnis asuransi umum melesat pada semester pertama 2019. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pendapatan premi dari asuransi umum dan reasuransi tumbuh 17,27% yoy menjadi sebesar Rp 50,93 triliun pada Juni 2019.

Meski pertumbuhan menanjak tajam, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) masih mempertahankan proyeksi premi asuransi umum bakal tumbuh minimal 10% yoy sepanjang 2019. Lantaran masih ada semester kedua 2019, namun Ia optimis pertumbuhan premi masih akan baik.

“Saya surprise dengan data yang telah dirilis OJK yang menunjukkan industri asuransi umum tumbuh. Kami yakin kontributor premi terbesar memang masih pada lini asuransi properti dan asuransi kendaraan bermotor,” ujar Dody kepada Kontan.co.id pada Kamis (25/7).

Dody bilang walaupun penjualan kendaraan bermotor turun tidak akan berdampak pada asuransi umum. Lantaran sejauh ini, jalur distribusi lini asuransi kendaraan bermotor adalah melalui pembiayaan dan langsung ke tertanggung baik individual maupun perusahaan.

“Kalaupun data penjualan kendaraan menurun dari manufacturer, namun untuk yang melalui pembiayaan pasti akan tetap diminta ada cover asuransi. Dengan demikian, bisa saja diasumsikan aktifitas pembiayaan kendaraan bermotor tidak turun. Bisa juga Literasi terhadap masyarakat pemilik kendaraan meningkat sehingga membeli asuransi,” jelas Dody.

Dody melihat ada tiga lini bisnis yang memiliki peluang hingga akhir tahun. Diantaranya, asuransi migas. Lantaran kenaikan harga minyak, sehingga pendapatan dapat menutup biaya produksi. Dengan demikian kegiatan migas berjalan, dan kebutuhan asuransi migas tinggi.

“Asuransi kredit karena meningkatnya penyaluran kredit, terutama KUR dan kredit konsumtif. Sepertinya ini bagian dari aktifitas menjelang pemilu kemarin. Kita lihat saja bagaimana perkembangannya setelah usai pemilu,” tutur Dody.

Lanjut Dody, asuransi aneka juga masih memiliki prospek yang bagus. Namun ia mengaku lini bisnis ini terdiri dari banyak Produk asuransi yang tidak masuk dalam lini bisnis khusus.

Kebanyakan adalah produk-produk asuransi ritel seperti travel insurance, household insurance, asuransi gadget, asuransi pertanian, dan sebagainya.

sumber: kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*