Porsi Asuransi Kecelakaan Masih Kecil, Perusahaan Tetap Optimistis

Meski porsi penjualan asuransi kecelakaan relatif masih kecil, tapi sejumlah perusahaan tetap optimistis memasang target double digit.

Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan pangsa pasar asuransi kecelakaan baru mencapai sekitar 4% dari total lini usaha asuransi umum pada 2017. Hingga saat ini, pasar asuransi umum masih didominasi oleh lini bisnis kendaraan bermotor dan harta benda.

Adapun perolehan premi pada lini usaha asuransi kecelakaan naik tajam, mencapai 57,7% atau sekitar Rp2,19 triliun pada 2017. Sementara itu, pembayaran klaim turun sekitar 6,2%.

Direktur Utama PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) Christian Wanandi mengatakan kendati kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan, tapi perusahaan tetap optimistis penjualan asuransi kecelakaan dapat tumbuh sekitar 20% pada tahun ini.

“Target kami tumbuh 20%, tapi premi masih kecil. Namun, prospek asuransi kecelakaan besar,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (8/3/2018).

Hingga saat ini, penjualan asuransi kecelakaan baru bisa menyumbang sekitar 2% dari total premi Aswata yang mencapai Rp1,9 triliun pada tahun lalu. Pasarnya masih diisi oleh kalangan karyawan dan mikro.

Distribusi asuransi kecelakaan kini masih ditopang dari penjualan langsung. Tetapi, mulai tahun ini perseroan mencoba memasarkannya lewat jalur digital.

Hal yang sama disampaikan Presiden Direktur PT Asuransi Simas Net Teguh Aria Djana. Dia menyatakan perusahaan menargetkan pertumbuhan produk asuransi kecelakaan sekitar 20% pada tahun ini.

“Prospeknya masih bagus. Untuk strateginya, kami fokus pada produk bundling melalui program-program affinity,” tutur Aria.

Saat ini, produk asuransi kecelakaan masih menyumbang sekitar 5% kepada total premi. Berdasarkan laporan keuangan kuartal IV/2017, Simasnet meraih pendapatan premi Rp23,55 miliar atau naik dari realisasi 2016 yang mencapai Rp22,39 miliar.

Namun, lain halnya dengan VP Director PT Asuransi Cakrawala Proteksi Nicolaus Prawiro yang mengungkapkan tahun ini perusahaan tidak menargetkan pertumbuhan asuransi kecelakaan secara khusus. Pasalnya, perseroan masih fokus kepada bisnis asuransi kendaraan dan asuransi kebakaran.

Dia mengakui pengembangan produk asuransi kecelakaan memang masih terkendala persaingan dengan produk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang juga memberikan perlindungan kecelakaan.

“Asuransi kecelakaan sangat kecil kontribusinya untuk kami, jadi terus terang kami belum terlalu fokus untuk bisnis ini,” ujar Nicolaus.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*