Permodalan Asuransi Umum dan Reasuransi Masih Aman

Otoritas Jasa Keuangan menegaskan permodalan hampir seluruh asuransi umum dan reasuransi masih cukup untuk memenuhi kewajibannya di masa mendatang.

Direktur Statistik Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Asep Suwondo menjelaskan hal itu terlihat dari data yang dihimpun dari 80 perusahaan asuransi dan reasuransi umum.

“Hampir seluruh perusahaan asuransi umum dan reasuransi memiliki pemodalan yang cukup untuk memenuhi liabilitas dan menghadapi risiko-risiko yang mungkin muncul di masa depan,” ujarnya, baru-baru ini.

Per akhir Februari 2018, data OJK menunjukkan ada 46 perusahaan asuransi umum dan reasuransi dengan nilai Aset yang Diperkenankan (AYD) atau admitted asset di bawah Rp1 triliun. Untuk kategori itu, data menunjukkan bahwa tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) rata-rata perusahaan mencapai 329,1%.

Sebanyak 27 perusahaan dengan AYD Rp1 triliun-Rp5 triliun memiliki rata-rata RBC di kisaran 274,4%, sedangkan 7 perusahaan lainnya dengan AYD di atas Rp5 triliun rata-rata tingkat solvabiltiasnya mencapai 378,4%.

OJK mencatat hanya satu perusahaan dengan AYD di bawah Rp1 triliun yang tidak memenuhi batas minimum RBC, yakni sebesar 120%.

Pada periode yang sama, rata-rata untuk rasio kecukupan investasi perusahaan asuransi umum dan reasuransi untuk tiga kategori itu secara berturut-turut adalah 231,3%, 220,3%, dan 265,2%.

Seluruh perusahaan asuransi umum dan reasuransi pun diyakini memiliki kapasitas dana yang memadai untuk menjaga kelangsungan usahanya.

“Seluruh perusahaan asuransi umum dan reasuransi memiliki investasi dan kas yang cukup untuk menutup cadangan teknis dan utang klaim retensi sendiri,” jelas Asep.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*