Pendapatan Asuransi dari Premi Sektor Properti Naik, Ini Penyebabnya

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia membukukan pertumbuhan premi asuransi properti yang cukup signifikan pada kuartal III/2019, padahal penjualan properti sepanjang tahun ini masih dirasakan lesu. Lalu, apa saja yang menjadi penyebabnya?

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) kuartal III/2019, industri asuransi umum berhasil membukukan premi Rp57,79 triliun atau tumbuh 20,90 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu salah satunya ditopang oleh lini usaha asuransi properti yang tumbuh 23,70 persen.

Menurut Associate Director Investment Service Colliers International Indonesia Aldi Garibaldi, pertumbuhan jumlah premi asuransi pada kuartal III/2019 kemungkinan didasarkan kepada pengajuan asuransi dari properti-properti yang sudah jadi.

“Jadi, pendapatan asuransi itu tidak melulu dari rumah yang baru-baru, yang sudah jadi kan juga banyak. Lagi pula, hunian yang sudah jadi mau terjual atau pun tidak juga harus tetap diasuransikan terutama untuk hunian yang kelas menengah ke atas,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (19/11/2019).

Aldi menambahkan bahwa kemungkinan ada peningkatan kesadaran untuk mengasuransikan rumah dari mereka yang baru membeli rumah atau dari pemilik rumah-rumah kelas menengah atas.

Adapun, data Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) Bank Indonesia menunjukkan bahwa sepanjang kuartal III/2019 terjadi pertumbuhan penjualan pada rumah tipe besar yang cukup signifikan secara kuartalan

Laporan itu menyebutkan bahwa pada kuartal III/2019 tercatat penjualan rumah tipe besar bertumbuh 34,89 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Tipe rumah tersebut merupakan tipe rumah yang umumnya diasuransikan lantaran dari segi nilai juga lebih tinggi.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*