Pemilu 2019 Topang Bisnis Asuransi Kendaraan Bermotor

Sejumlah pelaku usaha optimistis Pemilu 2019 memberi dampak positif terhadap pertumbuhan premi asuransi kendaraan didorong oleh peningkatan daya konsumsi masyarakat.

Chief Executive Officer (CEO) PT Asuransi Adira Dinamika Julian Noor mengatakan, peningkatan konsumsi masyarakat saat pemilu akan mendongkrak pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor di perseroan hingga dua digit.

“Kami optimis untuk kuartal I/2019, akan tumbuh double digit dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Julian kepada Bisnis.com, dikutip Rabu (2/1/2019).

Julian menambahkan, saat ini, asuransi kendaraan menjadi kontributor terbesar total premi perseroan. Pada periode Januari-September 2018, porsi asuransi kendaraan dan non kendaraan sebesar 59% dan 41%. Adapun, dalam mendistribusikan asuransi, perseroan mengandalkan saluran Group dan Non Group dengan komposisi 67% dan 33% pada kuartal III/ 2018.

Dia mengatakan, dengan data tersebut perseroan melihat, pada 2019 pendapatan premi perseroan akan meningkat seiring dengan meningkatnya daya konsumsi masyarakat terhadap kendaraan pribadi melalaui jasa perusahaan pembiayaan.

“Kami optimis di kondisi pemilu 2019, Adira Insurance tetap mencatatkan pertumbuhan. Berbagai risiko akan meningkat jelang pemilu, masyarakat ingin memberikan perlindungan bagi dirinya sendiri, keluarga maupun aset-asetnya melalui asuransi,” ucap Julian.

Pada waktu yang berbeda, Head of Communication and Event Asuransi Astra Buana, Iwan Pranoto mengatakan, pesta demokrasi 2019 tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan premi asuransi kendaraan perseroan. Dia memprediksi pertumbuhan premi saat pemilu hanya single digit

“Ada korelasi [antara pemilu dan pertumbuhan premi] namun perkembangan industri otomotif itu sendiri yang bikin impact signifikan [terhadap asuransi kendaraan]” kata Iwan.

Iwan menerangkan selain pemilu, faktor lain yang mendorong pertumbuhan premi asuransi kendaraan pada 2019 adalah faktor bencana yang terjadi belakangan ini.

“Pemilu dan bencana memicu pertumbuhan premi tetapi tidak sampai signifikan,” kata Iwan.

Vice President Director PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia Nicolaus Prawiro membenarkan, selama masa kampanye, terjadi peningkatan konsumsi di masyarakat. Namun manfaat dari konsumsi itu baru terasa di industri asuransi saat kuartal II/2019 karena kebiasaan masyarakat yang kerap mengasuransikan barang setelah pemilu atau pada Mei.

Nicolaus mengutarakan keluarnya hasil pemilu memberi kepastian mengenai pemimpin baru, membuat masyarkat lebih nyaman untuk berasuransi.

Nicolaus melihat, penjualan polis asuransi kendaraan di perseroan akan meningkat dua digit pada enam bulan pertama 2019, seiring dengan target pertumbuhan premi yang ditetapkan pemegang saham sebesar 15%

“Kami targetkan tahun 2019 tetap growth 15 % jika dibandingkan realisasi 2018.Salah satu cara untuk mencapai adalah menambah jumlah kantor cabang dan menambah kerja sama dengan beberapa perusahaan pembiayaan lagi,” kata Nicolaus.

Disamping pemilu, kata Nicolaus, pertumbuhan premi asuransi kendaraan juga akan terkerek oleh munculnya sejumlah produk baru kendaraan roda empat.

Nicolaus mengungkapkan, pada periode Januari- September 2018 perseroan membukukan premi Rp 884 miliar, tumbuh 20,43% secara dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp734 miliar. Adapun target yang ditetapkan pemegang saham hingga akhir tahun senilai Rp1,2 triliun.

Dia mengatkan multifinance dan broker menjadi jalur distribusi utama dalam meraup premi, keduanya berkontribusi lebih dari 70%, adapun 30% sisanya dari saluran lain.

Kemudian, dari total premi yang ditorehkan, asuransi kebakaran dan kendaraan bermotor memberikan kontribusi 90% terhadap total pendapatan premi.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudyar Dalimunthe mengatakan, selain asuransi kendaraan, tingkat konsumsi masyarakat saat pemilu juga akan mendorong pertumbuhan lini bisnis asuransi dengan risiko sederhana seperti asuransi kecelakaan diri dan kebakaran.

Dia menyampaikan, saat pemilu orang-orang melihat potensi risiko tinggi sehingga mereka memilih untuk mengasuransikan barang-barang yang dimiliki.

Disamping itu, kata Dody, pertumbuhan premis asuransi di tahun politik juga didorong oleh kampanye beberapa calon legaslatif yang menjanjikan asuransi kepada masyarakat.

“Kendaraan itu trigernya adalah penjualan itu sendiri, datanya dilihat dari produsen. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia ( AISI) mengatakan tumbuh,” kata Dody kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Dody mengutip data Gaikindo pada kuartal III/2018. Dia mengatakan dibandingkan periode yang sama tahun lalu penjualan roda dua tumbuh 8,8% dan roda empat tumbuh 0,6% .

Berdasarkan data tersebut, Dodi berasumsi jika pembelian kendaraan lewat pembiayaan, maka asuransi juga akan naik

“Kemudian yang dia direct, dengan asumsi beli mobil baru risikonya tinggi, maka dia perlu asuransi,” kata Dody.

Dody juga memperkirakan pada 2019, asuransi kendaraan bermotor dan asuransi harta benda akan kontributor premi terbesar. Adapun untuk pertumbuhan premi, AAUI memprediksi hingga akhir tahun 2019 industri asuransi umum akan tumbuh 10% dibandingkan dengan tahun 2018.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*