Pelindo IV Tambah Container Crane di Pelabuhan Bitung dan Ambon

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV terus meningkatkan produktivitas bongkar muat barang untuk mendorong pelabuhan kelolaan menjadi International Hub Port. Salah satu upaya yang ditempuh adalah menambah alat bongkar muat container crane guna mempercepat penurunan angka dweeling time. Terhitung November 2017, Pelindo IV menambah dua container crane, masing-masing di Pelabuhan Bitung dan Pelabuhan Ambon.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung, mengatakan penambahan container crane di Pelabuhan Bitung, tepatnya di terminal peti kemas sudah direalisasikan pada 10 November. Adapun pemasangan container crane tambahan di Pelabuhan Ambon akan dilakukan pada 16 November mendatang. “Untuk di Pelabuhan Bitung, totalnya ada lima unit container crane. Itu akan sangat membantu peningkatan produktivitas bongkar muat barang di pelabuhan itu,” kata Doso, dalam siaran persnya, Senin, (13/11/2017).

Doso menerangkan di Terminal Petikemas Bitung (PTB) sebelumnya hanya mengoperasikan empat unit container crane. Dengan jumlah yang ada itu, pihaknya telah mampu melakukan bongkar muat barang sebanyak 20.000 TEUs (Twenty Foot Equivalent Unit) per bulan. Dengan ditambahnya alat container crane yang kini menjadi lima unit diyakini produktivitas bongkar muat di TPB akan semakin meningkat.

Sekadar diketahui, daya tampung di TPB setiap tahunnya mencapai 300.000 TEUs. Bertambahnya alat container crane yang dimiliki, diyakini pula semakin menambah jumlah TEUs yang akan ditampung di lapangan penumpukan petikemas di Pelabuhan Bitung.

Doso Agung menegaskan sejauh ini pihaknya terus berupaya meningkatkan produktivitas bongkar muat di semua pelabuhan kelolaan, khususnya di Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Bitung dan Pelabuhan Ambon yang merupakan pelabuhan besar di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Selain memiliki lima unit container crane, pihaknya juga saat ini memfungsikan delapan unit Rubber Tyred Gantry (RTG) di Pelabuhan Bitung.

“Jumlah itu masih ditambah lagi dengan satu unit Reach Stacker, satu unit Side Loader, satu unit Forklift kapasitas 7 ton, satu unit Forklift kapasitas 5 ton dan 21 unit Head Truck. Jadi sangat memungkinkan untuk kami (Pelindo IV) melayani bongkar muat di TPB dengan semaksimal mungkin,” ujar Doso.

Selanjutnya, Doso mengungkapkan tambahan satu unit container crane di Pelabuhan Ambon akan melengkapi peralatan bongkar muat di pelabuhan yang terbilang sibuk itu. Saat ini, Pelabuhan Ambon tercatat memiliki tiga unit Reachstacker, masing-masing satu unit Crane darat dan Forklift, sembilan unit Head Truck 20 feet dan dua unit Head Truck 40 feet. Jumlah itu masih ditambah dengan dua unit Rubber Tyred Gantry dan masing-masing satu unit Level Luffing Crane dan Mobil PMK.

Semua itu, sambung Dirut Pelindo IV, sebagai salah satu upaya pihaknya untuk meningkatkan konektivitas wilayah Indonesia Timur untuk mendukung percepatan pertumbuhan perekonomian. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam Bussiness Gathering 2017 yang akan digelar Pelindo IV di Surabaya, Senin, (13/11/2017).

Adapun kegiatan Bussiness Gathering 2017 merupakan sarana forum diskusi dan untuk mendengarkan suara pelanggan dalam Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) Kategori 3 fokus pelanggan yang juga diikuti oleh anak perusahan Pelindo IV, PT Kaltim Kariangau Terminal.

“Sekaligus menyosialisasikan program-program yang ada di lingkungan Pelindo IV dan anak perusahaan, seperti penerapan Integrated Billing System (IBS) yang diterapkan di Pelindo IV dan Cash Manajemen System (CMS) yang juga akan diberlakukan di PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), serta program-program lainnya baik yang ada di Pelindo IV maupun di KKT,” pungkasnya.

sumber: wartaekonomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*