Menumbuh Kembangkan Tingkat Penetrasi Industri Asuransi Indonesia

Penyelenggaraan Insurance Day 2018 telah memasuki tahun yang ke ke-13. Tema kegiatan tahun ini adalah “Mari Berasuransi” dengan mengangkat sub tema yaitu Cerdas, Sejahtera dan Mandiri.

Tema tersebut ingin menggambarkan tujuan bersama industri asuransi Indonesia, untuk dapat meningkatkan pemahaman asuransi, khususnya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dalam mendorong ketersediaan akses dan layanan keuangan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Tingkat penetrasi industri asuransi saat ini masih sangat rendah. Untuk itu, kegiatan literasi asuransi, baik oleh pelaku maupun otoritas pembuat kebijakan perlu terus ditingkatkan ke depan.

Melalui literasi, masyarakat juga akan labih paham bahwa asuransi merupakan salah satu cara mengelola keuangan, yang dapat berdampak terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat, karena asuransi juga merupakan investasi jangka panjang yang kemungkinan akan diperlukan sewaktu-waktu.
Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) mengungkapkan, hingga saat ini, jumlah penduduk Indonesia yang memiliki asuransi baru mencapai 1,7 persen dari total populasi sekitar 265 juta jiwa.

“Pencapaian asuransi di kita baru mencapai 1,7 persen dari total jumlah penduduk. Ini masih kecil memang, tapi jika kami tidak melaksanakan kegiatan literasi ini maka penetrasi asuransi akan sulit meningkat,” kata Dadang Sukresna di sela-sela puncak Peringatan Hari Asuransi Tahun 2018 di Kota Bandung, Jawa Barat.

Dadang mengatakan jumlah penduduk yang sangat besar ini, merupakan peluang, khususnya bagi industri asuransi di Indonesia untuk dapat mengedukasi dan menjelaskan pentingnya asuransi sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat.

Sehingga masyarakat sadar pentingnya asuransi untuk memproteksi dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, sakit dan musibah lain yang mungkin datang, baik kepada diri sendiri, keluarga dan harta benda.

Sementara pertumbuhan dan perkembagan kemajuan teknologi digital, tentu juga mempengaruhi perilaku masyarakat, khususnya generasi milenial.

Untuk itu industri asuransi harus sigap dan siap untuk terus menerus berinovasi dalam menawarkan produk-produk dan layanan asuransi yang sesuai dan menarik bagi generasi milenial.

Pihaknya berharap adanya rangkaian kegiatan terkait Peringatan Hari Asuransi maka bisa meningkatkan literasi asuransi kepada masyarakat. “Kami berharap dengan acara ini bisa meningkatkan pencapaian asuransi di Indonesia,” kata Dadang.

Rangkaian kegiatan Insurance Day 2018 dimulai pada Oktober 2018 berakhir di Bandung, sebagai tempat berlangsungnya puncak kegiatan Insurance Day 2018.

Insurance Day 2018 bertema Mari Berasuransi membawa pesan untuk mengajak masyarakat agar lebih mengenal asuransi. Salah satu caranya dengan literasi asuransi yang konsisten dan berkelanjutan.

Edukasi dan Literasi Kepada Masyarakat Kesadaran masyarakat untuk berasuransi akan menjadi pemicu dalam memahami pentingnya asuransi pada perlindungan jiwa dan harta benda, untuk itu edukasi dan literasi asuransi akan terus dedengungkan di tengah masyarakat.

Dadang menuturkan, “Hal ini sejalan dengan kepentingan pemerintah selaku pemangku kepentingan dan juga menjadi tugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, di mana salah satu caranya dengan memiliki asuransi,” katanya.

“Kami selaku pelaku industri asuransi, akan terus berkordinasi dengan pihak OJK dalam mendukung semua program Insurance Day dan kegiatan lainnya terkait asuransi” tutup Dadang.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai Insurance Day, jangan lupa untuk menonton program talk show Speak After Lunch yang akan ditayangkan tgl 6 Desember 2018 jam 12.30 siang di INEWS TV.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*