Mengurangi Biaya Operasional Alat Berat Dengan Pemeriksaan dan Perawatan Rutin Undercarriage

Kondisi undercarriage bagi sebuah alat berat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap unjuk kerja dan usia pakainya. Undercarriage yang dirawat dengan baik akan memaksimalkan kekuatan, kestabilan dan keamanan dari alat berat, sekaligus meminimalkan biaya operasi alat berat sepanjang usia ekonomisnya.

Untuk melakukan perawatan undercarriage yang baik diperlukan upaya proaktif melalui preventive maintenance dengan mengacu pada contoh-contoh penerapan yang sudah terbukti pada alat berat. Gunakan tips-tips pemeriksaan dan perawatan undercarriage di bawah bagi operator dan tim service Anda.

Dasar-Dasar Preventive Maintenance Bagi Undercarriage

  • Lakukan pemeriksaan undercarriage setiap hari. Operator adalah orang pertama yang harus melakukan pengecekan alat berat yang dioperasikannya setiap hari. Perhatikan tanda-tanda kerusakan atau keausan pada bagian-bagian undercarriage seperti sprocket, track pad, termasuk tanah yang mengeras atau batu yang tersangkut dan juga hilangnya part, seperti baut, cover, dll. Perhatikan juga jarak antaratrack chain dan roller. Kerusakan atau keausan mengindikasikan potensi masalah yang lebih besar dan tentunya akan menghabiskan biaya lebih besar bagi alat berat.
  • Periksa tingkat kekencangan track khususnya saat alat berat beroperasi. Jika track lebih tegang dari standar yang seharusnya, akan meningkatkan keausan pada bagian-bagian lain undercarriage sekaligus mengurangi kekuatan alat berat dan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Jika track terlalu longgar, hal ini juga bisa menyebabkan keausan bagian-bagian lain undercarriage, menimbulkan ketidakstabilan, bahkan mungkin bisa mengakibatkan track terlepas.
  • Lakukan penyesuaian kekencangan track sesuai standar pabrik. Perlu diingat bahwa pasir, lumpur dan batu bisa menempel pada undercarriage dan meningkatkan kekencangan undercarriage. Jika alat berat bekerja pada kondisi medan yang berlumpur atau berpasir, pengecekan undercarriage harus dilakukan sesering mungkin.
  • Lakukan pembersihan undercarriage setiap hari. Pasir, lumpur, batu atau material lain yang mengeras bisa meningkatkan kekencangan track yang berpengaruh pada bagian-bagian lainnya yang berpotensi menimbulkan problem jika tidak segera diatasi.
  • Pastikan track kiri dan kanan posisinya sejajar. Tidak ada yang lebih buruk dari track yang tidak sejajar. Ketidaksejajaran track bisa diakibatkan berbagai faktor seperti adanya material yang tersangkut pada track link, roller, idler dan sprocket, atau benturan keras, atau longgarnya salah satu bagian dari undercarriage.
  • Lakukan pengecekan dan perawatan sesuai aturan service berkala dari pabrik. Hal ini sangat penting karena pada saat ini bisa dilakukan pengecekan undercarriage dengan lebih akurat di workshop.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Untuk Menjaga Undercarriage Tetap Dalam Kondisi Baik

  • Pastikan setiap operator pernah mengikuti training pengoperasian alat berat yang digunakannya dalam bekerja, mereka juga melakukan pemeriksaan harian dan memiliki akses untuk membaca dan mempelajari literatur berkaitan alat berat yang dioperasikannya.
  • Gunakan tipe undercarriage dengan ukuran yang sesuai dengan kondisi pengoperasian saat itu.
  • Minimalkan kemungkinan operator memacu alat berat maju atau mundur dengan kecepatan tinggi. karena hal ini bisa mempercepat keausan bushing, sprocket dan pin dari undercarriage.
  • Saat alat berat harus berbelok atau berputar, lakukan dengan perlahan-lahan dengan membentuk sudur belokan/putaran yang cukup besar untuk mengurangi keausan undercarriage.
  • Bila alat berat harus berbelok atau berputar dengan frekuensi yang cukup sering setiap harinya, usahakan arah berputar atau berbelok berganti-ganti. Hal ini untuk menghindarkan terjadinya keausan yang lebih cepat pada satu sisi track.
  • Bagi alat berat dengan bucket, hindari mengangkat material pada bucket dengan posisi alat berat yang berbelok atau berputar.
  • Jika alat berat harus bekerja pada medan yang miring, batasi waktu kerjanya tidak terlalu lama karena akan mempercepat keausan roller dan idler.
  • Hindari pengoperasian alat berat pada medan yang tidak rata atau berbatu-batu.
  • Khusus bagi excavator, pada saat beroperasi dengan loading-unloading material, pastikan posisi excavator menghadap bagian depan undercarriage.
  • Sangat disarankan penggunaan alat berat yang telah dilengkapi sistem pengecekan kondisi alat berat, karena bisa membantu mengingatkan jatuh temponya service berkala, sekaligus memperingatkan bila terjadi masalah pada unitnya.

sumber: equipina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*