Klaim Asuransi Mobil Ditolak? Kenali 7 Penyebabnya

Asuransi mobil memang jadi satu-satunya cara yang efektif untuk melindungi mobilmu. Namun, bukan berarti ketika punya asuransi maka apapun kerugiannya pasti bisa diklaim lho.

Dalam asuransi kendaraan, kita pasti pernah mendengar jenis all risk dan total lost only. TLO adalah jenis asuransi yang siap memberikan ganti rugi bila mobilmu hilang, atau mengalami kerusakan hingga gak mungkin diperbaiki.

Sementara itu all risk ya sesuai dengan namanya yang kalau diartikan adalah “semua risiko”. Asuransi ini menawarkan ganti rugi segala macam kerusakan, besar atau cuma baret-baret di bodi.

Terlepas dari apakah itu all risk atau TLO, ada sejumlah penyebab yang membuat pihak asuransi gak mau memberikan pertanggungan terhadap kerugian yang kamu alami. Mau tahu apa saja penyebabnya? Yuk cari tahu di sini.

1. Pengendara di bawah umur
Jika pihak asuransi mengetahui bahwa pengemudi mobil yang mengalami kecelakaan adalah anak di bawah umur, maka jangan heran kalau klaim asuransi mobil bakal ditolak. Jelas sekali di Undang-Undang no 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjelaskan, anak di bawah 17 tahun dilarang mengemudikan kendaraan.

Dan mereka yang boleh mengemudi, harus memiliki Surat Ijin Mengemudi. Hal itu pun di atur dalam Pasal 281.

Jika saja mobilmu dikemudikan anakmu yang di bawah umur, apa yang bakal kamu lakukan jika dia bernasib seperti putra Ahmad Dhani, Abdul Qadir Jaelani? Sudah mobilnya hancur lebur, eh karena melanggar hukum gak bisa diklaim deh.

2. Modifikasi
Beberapa orang mungkin pengin terlihat mobilnya keren agar asik kalau dipakai buat mejeng. Tapi, urusan modifikasi juga aturannya lho dan gak bisa sembarangan.

Penambahan beberapa aksesori memang bisa menghanguskan asuransi, terutama aksesori yang menguras aki. Agar hal itu gak terjadi padamu, maka para modifikator seharusnya melaporkan adanya penambahan aksesori non-standar ke pihak asuransi.

Ketika harga aksesorinya sudah di atas Rp 10 juta, biasanya bakal ada penambahan premi lho. Oleh karena itu, jangan asal pasang aksesori kalau gak mau rugi ya.

3. Mobil dipinjam dan dibawa lari
Jangan salah, asuransi gak mau mengcover kehilangan mobil jika peristiwanya seperti ini. Ini sama saja dengan penggelapan, bukan pencurian atau kehilangan karena paksaan.

Hal serupa pun berlaku untuk para pebisnis rental mobil dan parkir vallet. Mengapa demikian? Karena si pemilik mobil sudah memberikan izin kalau mobilnya bakal dikemudikan orang lain.

Lain halnya jika mobil dipinjam teman untuk ke mal, lalu mobilnya hilang. Si peminjam bisa membuat laporan dari kepolisian yang nantinya bakal dilampirkan untuk klaim asuransi.

4. Kecelakaan saat kelebihan muatan
Misalnya nih, kamu naik mobil Avanza yang didesain untuk mengangkut tujuh penumpang. Namun karena ada 3 temanmu mau nebeng, alhasil 10 orang ada di mobilmu.

Dan apesnya di tengah jalan kamu terkena musibah tabrakan. Tabrakannya pun gak nanggung-nanggung karena kerusakan mobilmu sampai 40 persen. Percaya gak percaya itu gak bisa dicover asuransi mobil lho.

Hal itu sudah diatur di Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia. Jadi gak usah mencak-mencak ya kalau memang gak bisa diklaim.

5. Menerjang banjir
Sekalipun kamu mengasuransikan mobilmu dengan asuransi all risk, belum tentu pihak asuransi sepakat untuk mengcover kerusakan karena kamu menerjang banjir. Kok gitu? Karena banyak asuransi yang memasukkan banjir dalam klausul force majeur atau bencana besar, yang gak bisa jadi dasar klaim pertanggungan.

So, sebelum memutuskan untuk deal dengan satu asuransi, ada baiknya kamu ketahui dulu produk asuransi yang kamu tuju dengan baik. Beberapa asuransi yang menerima klaim banjir dan bencana alam adalah Asuransi Central Asia dan Asuransi Wahana Tata.

6. Kecelakaan saat ikut pawai
Nah, berhubung sebentar lagi pemilu dan pemilihan presiden nih. Mohon dipikir dua kali ya ketika mau ikutan kampanye dengan menggunakan mobil pribadimu. Karena apabila ada kerusakan, itu jelas gak bisa di-cover.

Hal itu disebabkan karena ketika mobil dipakai buat pawai, mobil itu dianggap gak digunakan sewajarnya oleh pihak asuransi. Lain halnya kalau mobilnya dipakai mudik.

7. Kerusakan karena huru-hara atau sabotase teroris
Kerusakan karena peristiwa ini juga terkadang gak dicantumkan dalam polis standar. Padahal kerugiannya bisa besar sekali, bisa jadi mobilmu rusak total atau sampai terbakar.

Bila kamu mau hal ini masuk ke dalam pertanggungan, maka biasanya ada penambahan paket pertanggungan yang harus kamu lakukan. Dan ketika kamu ingin mengklaim, jangan lupa untuk menyertakan foto.

Itulah tujuh penyebab mengapa klaim asuransi mobil kamu ditolak. So, ada baiknya untuk selalu berhati-hati ketika kamu menggunakan mobilmu. Bukan berarti mentang-mentang udah ada asuransi, jadi bebas pakai.

sumber: moneysmart

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*