Kepesertaan Asuransi di Indonesia Hanya 1,7%

Jumlah penduduk Indonesia yang sampai akhir 2018 mencapai lebih dari 265 juta jiwa, sementara yang memiliki asuransi baru mencapai 1,7%.

Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Dadang Sukresna menjelaskan kondisi tersebut menjadi sebuah peluang pangsa pasar di Indonesia untuk dapat mengedukasi dan menjelaskan pentingnya asuransi sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat, sehingga mereka sadar pentingnya asuransi untuk memproteksi dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, sakit dan musibah lain yang mungkin datang, baik kepada diri sendiri, keluarga dan harta benda.

“Jumlah penduduk yang sangat besar ini, merupakan oportunity, khususnya bagi industri asuransi di Indonesia,” kata Dadang kepada wartawan di Bandung, Minggu (25/11/2018).

Saat ini kemajuan teknologi digital mempengaruhi perilaku dari masyarakat, khususnya bagi generasi milenial, untuk itu industri asuransi harus sigap dan siap untuk terus menerus berinovasi dalam menawarkan produk-produk dan layanan asuransi yang sesuai dan menarik bagi generasi milenial.

“Rangkaian kegiatan dalam perayaan Insurance Day 2018 di Bandung, sejalan dengan cita-cita dalam mewujudkan industri perasuransian yang semakin sehat, adil, dapat diandalkan, amanah, dan melindungi kepentingan konsumen,” jelasnya.

Adapun, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi menuturkan, pihaknya akan terus mendukung semua program yang akan dijalankan oleh Panitia Insurance Day, sebab hal ini juga sejalan dengan tugas OJK dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, di mana salah satu caranya adalah dengan memiliki asuransi”.

“Kesadaran masyarakat untuk berasuransi akan menjadi trigger dalam memahami pentingnya asuransi pada perlindungan jiwa dan harta benda,” pungkasnya.

sumber: wartaekonomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*