Harga Turun 25%, INSA Tawarkan Kapal Swasta Untuk Tol Laut

Indonesian National Shipowners Association (INSA) terus menerus memberikan apresiasi positif terhadap program pemerintah tol laut. Bahkan asosiasi ini menawarkan kepada pemerintah penggunaan kapal swasta dalam program tol laut.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengungkapkan, dengan menggunakan kapal-kapal swasta, pemerintah tidak perlu lagi merogoh dana APBN untuk membeli atau membangun kapal.

“Pemerintah, cukup memberikan kontrak jangka panjang atau pemberian subsidi baik pelayaran perintis maupun PSO (public service obligation). Pengusaha swasta baru melepaskan subsidi yang diberikan pemerintah jika daerah-daerah yang dilalui dengan subsidi tersebut sudah menjadi wilayah komersial,” katanya di sela pameran Indonesia Transport, Logistics & Maritime 2017, di Kemayoran Jakarta, kemarin.

Untuk diketahui, total armada kapal yang dimiliki anggota INSA saat ini mencapai 20.000-an kapal, melayani 57 pelabuhan besar dan kecil di seluruh wilayah Indonesia. Sementara total subsidi yang dikucurkan untuk angkutan tol laut tahun ini mencapai Rp380 miliar.

Dipihak lain Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengklaim program tol laut telah berhasil menurunkan harga bahan pokok antara 20% – 25%. Kini pemerintah akan berupaya meningkatkan perdagangan barang dari wilayah timur ke barat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, penurunan harga barang di wilayah timur hingga 25%, itu karena adanya kemudahan dan peningkatan arus pengiriman barang ke wilayah timur.

“Tol laut itu untuk menyuplai disparitas di wilayah timur. Berkaitan dengan tol laut kita sudah bisa tekan harga 20-25%,” kata Budi.

Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, sejumlah bahan pokok yang dibawa oleh tol laut ke beberapa daerah telah terjadi penurunan harga. Di Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur misalnya tercatat harga beras, gula pasir, minyak goreng kemasan, tepung terigu dan triplek 3 mm terjadi penurunan dari bulan Agustus 2016 ke bulan Juni 2017.

Harga beras turun 17% dari Rp 12.000/kg menjadi Rp 10.000/kg, harga gula pasir turun 17% dari Rp 18.000/kg menjadi Rp 15.000/kg, harga minyak goreng kemasan turun 12% dari Rp 17.000/kg menjadi Rp 15.000/kg, harga tepung terigu turun 20% dari Rp 10.000/kg menjadi Rp 8.000/kg, dan triplek 3 mm turun 4% dari Rp 55.000 menjadi Rp 53.000.

Penurunan harga juga terjadi di daerah Fak-Fak, pada komoditas beras dan gula pasir yang masing-masing turun 13% dan 16%. Di daerah Dobo, gula pasir dan tepung terigu masing-masing turun 19% dan 7%, dan di daerah Anambas, Kepulauan Riau, gula pasir dan beras masing-masing turun 14% dan 6%.

Harga semen juga tercatat turun di beberapa wilayah pegunungan di Papua. Di Wamena, harga semen yang semula Rp 500 ribu/sak saat ini sudah turun menjadi Rp 300 ribu/sak. Di Puncak Jaya, harga semen semula Rp 2,5 juta/sak kini menjadi Rp 1,8 juta/sak, di Jayapura turun dari Rp 95 ribu/sak menjadi Rp 85 ribu/sak dan di Nabire turun dari Rp 85 ribu/sak menjadi Rp 75 ribu/sak.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo saat rapat dengan Komisi V DPR RI, baru-baru ini juga menyatakan bahwa tol laut dapat menurunkan harga hingga 25%.

Tetapi, tugas pemerintah belum selesai, sebab sekarang pihaknya terus berupaya untuk memicu adanya transaksi perdagangan dari wilayah timur. “Tugas kita belum selesai, karena ada tugas lagi di wilayah timur dengan meningkatkan trade. Dengan adanya potensi arus kembali ke Surabaya maka mustinya ada satu trading. Kita lagi improve trading-trading di timur agar ini bukan hanya memberikan harga yang lebih murah saja,” ujar Menhub.

Dalam perjalanannya program tol laut yang dimulai sejak 2015 hingga tahun 2017 memiliki 13 rute. Rute-rute tersebut menyinggahi sebanyak 41 pelabuhan singgah di Indonesia, di mana 7 rute di antaranya ditugaskan ke Pelni dan 6 lainnya ke swasta.

sumber: oceanweek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*