Dua Perusahaan Asuransi Ini Tak Terimbas Penurunan Premi Properti

Premi bisnis properti asuransi turun 4% pada periode September 2018. Namun keadaan itu tidak berlaku bagi PT Asuransi Central Asia (ACA) dan PT Asuransi Cakrawala Proteksi.

“Kami baik-baik saja, dibandingkan tahun lalu preminya meningkat 10%,” Kata Branch Operational Director PT Asuransi Central Asia, Debie Wijaya kepada Kontan.co.id, Senin (26/11).

Khusus untuk premi produk properti jangka waktu Januari-September 2018, ia mengatakan berada di kisaran Rp 700 miliar. Pada beriode yang sama di tahun 2017 ACA mendapat premi properti sebesar Rp 600 miliar.

Ia menargetkan sampai dengan akhir tahun produk asuransi tersebut bisa menyumbang premi Rp 1 triliun. Angka ini setara dengan 30% dari target premi secara keseluruhan yang ditetapkan perusahaan sebesar Rp 3,3 triliun.

Demi mencapai target premi, ACA berharap agar sumber preminya dapat berjalan lancar. Ia menambahkan, masih ada perpanjangan polis, aset stock, dan sebagainya sampai dengan akhir tahun. Pada saat itu pula, premi yang datang cukup besar.

Asuransi properti adalah penyumbang premi terbesar dibanding produk asuransi lainnya. Adapun produk asuransi ACA meliputi asuransi syariah, properti, kendaraan bermotor, rekayasa, rangkap kapal, pengangkutan, dan aneka asuransi.

Angin segar juga datang untuk PT Asuransi Cakrawala Proteksi. “Per Januari sampai dengan September 2018 atau kuartal III premi kami naik 20%,” Kata Vice President Director Asuransi Cakrawala Proteksi, Nicolaus Prawiro kepada Kontan.co.id, Senin (26/11).

Perusahaan asuransi yang telah memiliki 31 kantor cabang dan perwakilan ini memperoleh total premi Rp 884 miliar pada periode Januari – September 2018. Sementara itu, di periode yang sama tahun lalu Cakrawala Proteksi mendapat premi sebesar Rp 738 miliar.

Terkait jumlah premi asuransi properti, Nicolaus tidak berkomentar. Hanya saja, ia menyebut sumbangsih asuransi properti dan kendaraan bermotor mencakup 90% dari total premi. Berarti jika diakumulasi, total premi kedua produk tersebut periode Januari – September 2018 mencapai Rp 795 miliar. Ia memastikan bahwa premi keduanya juga naik 20%.

Nicolaus menargetkan sampai dengan akhir 2018, premi perusahaannya akan mencapai Rp 1,2 triliun dengan asuransi properti dan kendaraan bermotor yang menjadi andalan pendapatan premi. “InsyaAllah kita optimis bisa tercapai,” katanya Senin (26/11).

Untuk bisa mencapai target tersebut, Nicolaus akan menjalankan dua strategi. Pertama adalah dengan melakukan penetrasi melalui jaringan kantor yg tersebar di berbagai daerah. Kedua, mengandalkan bisnis dari perusahaan pembiayaan, broker, bank dan agen.

Asal tahu saja, perusahaan asuransi yang berkantor pusat di Jakarta ini memiliki delapan produk asuransi. Adapun produknya adalah asuransi kebakaran/properti all risk, kendaraan bermotor, pengangkutan, alat berat, rekayasa, asuransi uang, kecelakaan diri, tanggung gugatan hukum dari pihak ketiga.

sumber: kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*