Curah Hujan Tinggi, Seperti Apa Proyeksi Klaim Asuransi?

Tingginya curah hujan dan rawannya ancaman banjir sejak akhir 2017 hingga awal 2018 dinilai belum berpengaruh signifikan pada peningkatan pemasaran dan klaim atas produk asuransi properti dan kendaraan bermotor.

Dody A.S. Dalimunthe, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), menilai pemasaran kedua produk tersebut lebih dipengaruhi oleh tingkat konsumsi masyarakat.

“Sejauh ini belum Ada pengaruh signifikan pembelian asuransi harta benda atau property dan asuransi kendaraan bermotor dengan musim hujan. Pembelian asuransi kedua lini bisnis tersebut dipengaruhi oleh tingkat konsumsi masyarakat,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (6/2/2018).

Selain pemasaran, Doddy menilai sejauh ini belum ada peningkatan rasio klaim atau loss ratio pada kedua lini bisnis asuransi kerugian tersebut. Menurutnya, kondisi loss ratio pada lini bisnis properti pada kuartal IV/2017 hingga pertengahan kuartal I/2018 ini belum mengalami peningkatan signifikan.

Pada asuransi kendaraan bermotor, jelasnya, hanya ada sedikit terjadi peningkatan klaim rasio, khususnya pada triwulan keempat tahun lalu.

“Pada kuartal III/2017 loss ratio kendaraan bermotor adalah 45,9%, sedangkan kuartal IV/2017 menjadi 46,3%,” ungkapnya.

Nicolaus Prawiro, Vice President PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia, juga mengakui belum ada peningkatan signifikan penjualan dan klaim pada dua lini bisnis yang dominan menopang perolehan premi industri tersebut.

“Belum ada lonjakan signifikan, dan tidak ada lonjakan klaim juga,” jelasnya kepada Bisnis.

Nicolaus menilai umumnya pembelian proteksi banjir dari asuransi kerugian itu satu paket dalam polis asuransi properti all risk atau tidak ditawarkan terpisah.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*