Bunga Naik, Investasi Asuransi Umum di Deposito Ikut Terkerek

Industri asuransi umum mulai mengerek porsi investasi di instrumen deposito. Hal ini sejalan dengan kenaikan bunga deposito yang dilakukan perbankan untuk mengimbangi kenaikan suku bunga acuan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai bulan Juni 2018 lalu, pelaku usaha asuransi umum menempatkan dana sebanyak Rp 24,6 triliun di keranjang deposito. Jumlah sebanyak itu merepresentasikan 35,6% dari total dana investasi yang dikelola yakni sebesar Rp 69,2 triliun.

Nah, porsi investasi di instrumen deposito ini meningkat dari bulan sebelumnya. Pada Mei, porsi investasi di keranjang tersebut tercatat sebesar 34,8%.

Di sisi lain, pada rentang waktu yang sama porsi investasi di sejumlah instrumen lain mengalami penurunan. Misalnya di keranjang reksadana dari 21,3% di Mei 2018 menjadi 20,9%.

Kemudian di instrumen saham dari 6,2% menjadi 6% di bulan berikutnya. Begitu pula dengan instrumen obligasi yang menciut dari 11,9% menjadi 11,5%.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe menilai, pergeseran portofolio investasi ke keranjang deposito merupakan hal yang wajar. Mengingat tawaran imbal deposito meningkat seiring tren kenaikan bunga.

“Sementara deposito selama ini merupakan portofolio terbesar untuk mengimbangi karakteristik bisnis yang lebih berjangka pendek,” kata dia belum lama ini.

Makanya pendempatan investasi di deposito diharapkan bisa menjaga likuiditas dalam berbisnis.

sumber: kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*