Begini Kelebihan Kapal Dari Coran Semen

Perusahaan galangan kapal PT. Canuarta Star Marine (CSM) mendapatkan pesanan kapal dari Amerika Serikat jenis Floating Dock. Kapal canggih pesanan Amerika itu terbuat dari coran semen yang diberi nama “Peleke Nui”.

Menurut Direktur Utama PT CSM Canuarta, Floating Dock itu sengaja dibuat berbahan coran semen. Karena menurut penuturan para ahli rancang bangun kapal, coran semen untuk bagian dasar kapal jauh lebih kuat dan awet ketimbang pakai besi.

“Kalau coran semen bisa tahan sampai 20 tahun. Makanya Amerika mau yang seperti itu. Kalau besi lima tahun saja sudah docking,” ujar Canuarta seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (29/4).

Dengan rampungnya pembangunan kapal floating dock pesanan Amerika itu, sambung Canuarta, industri galangan kapal di Batam sudah tak diragukan lagi.

Industri galangan kapal tidak saja bisa bersaing dikancah internasional, tapi juga sudah mampu memproduksi kapal-kapal yang belum pernah dibuat atau belum pernah ada sama sekali. “Ini baik bagi kita semua, sebab kita sudah bisa produksi kapal yang besar dan unik yang belum pernah dibuat dinegara lain. Semoga kedepan semakin sukses lagi,” ujarnya.

Untuk diketahui, kapal coran semen yang diproduksi PT CMS memiliki panjang 138 meter dan lebar 46 meter. Kegunaannya untuk memperbaiki kapal lain di atas laut. Pembangunannya dimulai sejak awal 2016 lalu di lokasi galangan kapal PT Karyasindo Samudera Biru (KSB), Seilekop, Sagulung, Batam. Rencananya dalam waktu dekat kapal itu akan segera diluncurkan.

Kendati dibuat di Indonesia, kapal ini didesain oleh tenaga ahli gabungan dari Amerika, Iran, Nyanmar, Bangladesh dan Tiongkok. Bentuk kecanggihan dari kapal coran semen ini, ia tidak saja hanya mampu mengapung diatas air tapi juga mampu memuat dua unit kapal yang diperbaiki jika masing-masing kapal tersebut panjangnya di bawah 120 meter.

“Kapal ini juga bisa di-setting benam di dalam air agar kapal yang akan diperbaiki bisa masuk. Jika kapal yang diperbaiki sudah masuk maka dia bisa muncul kembali ke permukaan laut,” terang Canuarta.

sumber: jawapos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*