Asuransi Properti dan Kendaraan Dongkrak Pertumbuhan Industri

Pendapatan premi industri asuransi umum pada 2018 tercatat senilai Rp69,8 triliun, tumbuh 9,8% dibandingkan dengan 2017 yang senilai Rp63,6 triliun.

Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa dan Aktuaria AAUI Trinita Situmeang mengatakan, asuransi kendaraan dan asurani harta benda menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan premi dengan perolehan Rp18,67 triliun dan Rp19,03 triliun.

Trinita menuturkan pertumbuhan asuransi kendaraan linier dengan pertumbuhan penjualan kendaraan motor dan mobil. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia dan Asosiasi Independen Surveyor Indonesia (AISI) penjualan kendaraan roda dua tumbuh 8,44% secara tahunan menjadi 6,38 juta unit pada 2018. Adapun penjualan mobil 1,15 juta unit atau tumbuh 6,74% secara tahunan.

Adapun untuk asuransi harta benda atau properti, kata Trinita, terdorong oleh peningkatan performa baik komersial maupun residensial. Berdasarkan data Survei Harga Properti Resindensial Bank Indonesia, untuk komersial, lahan industri tumbuh 10,38% secara tahunan, kemudian apartemen tumbuh 9,81% secara tahunan dan perkantoran tumbuh 5,21% yoy, “Dari sisi komersial, peningkatan supply didorong oleh segmen lahan industri, kemudian dari sisi resindensial didorong oleh segmen rumah tipe menengah yang tumbuh 3,5%,” kata Trini di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Trinita menambahkan pertumbuhan premi pada kuartal IV/2018 juga didorong oleh pertumbuhan asuransi kredit dari Rp5,16 triliun menjadi Rp7,86 triliun atau tumbuh 52,2%.

Dia menerangkan pertumbuhan asuransi kredit di dorong oleh komitmen pemerintah dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dan pertumbuhan kredit perbankan yang tumbuh positif sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*