Asuransi Lintas Batas Negara Diharapkan Dukung Asean Economic Community

Asuransi lintas batas negara diharapkan mampu mendukung konsep satu komunitas dan pasar tunggal sesuai dengan pilar Asean Economic Community.

Vice Chairman Council of Bureaux (CoB) Nopadol Santipakorn mengatakan asuransi ini tidak hanya akan memberikan perlindungan diri dan arus barang tapi juga menumbuhkan budaya keamanan di kawasan Asean.

Lewat asuransi tersebut, masyarakat Asean akan difasilitasi informasi mengenai hukum lalu lintas di masing-masing negara dan panduan berkendara yang aman. Selain itu, asuransi lintas batas ini juga rencananya memiliki call center sehingga warga Asean mudah mendapatkan informasi dan penanganan saat terjadi kecelakaan.

“Kami akan memberi informasi dan notifikasi. Masing-masing asuransi berpartisipasi satu sama lain, dan membagi tugas satu sama lain,” paparnya kepada Bisnis di Nusa Dua, Bali, Rabu (11/7/2018).

Melalui inisiatif ini, industri asuransi juga didorong menjadi fund manager dan mempromosikan kenyamanan ke setiap masyarakat Asean.

“Kami ingin menguatkan keamanan budaya ke masyarakat Asean,” tambah Nopadol.

Menurutnya, selama ini perjanjian asuransi hanya dilakukan secara bilateral seperti asuransi perlindungan lalu lintas antara Laos dengan Thailand, Malaysia dengan Thailand, atau Indonesia dengan Malaysia dan Brunei Darusalam lewat perjanjian Malindo.

Kerja sama bilateral tersebut diupayakan untuk dibawa ke dalam satu komunitas yakni Asean.

Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi PT Jasa Raharja (Persero) Wahyu Wibowo menuturkan selama ini setiap melakukan perjalanan lintas batas negara, masing-masing individu akan dimintai pajak sebagai bagian dari perlindungan dan asuransi.

Jika asuransi lintas batas negara tersebut rampung, maka setiap warga negara di kawasan Asean bebas masuk tanpa dibiayai pungutan perlindungan diri.

“Misalnya, dari Bali ingin menuju Thailand lewat darat, kan perjalanannya melewati Sumatera kemudian menyebrang ke Malaysia sampai tiba di Thailand. Semua kami kita jamin termasuk jika nantinya ada tabrakan di Thailand. Jadi, ini juga memberi kemudahan jika terjadi kecelakan di sana karena sudah ada yang mengurusi,” terangnya.

Wahyu mengemukanan setiap industri asuransi yang ditunjuk masing-masing negara sedang membahas sistem pembayaran premi, desain pelaksanaan program, dan kapan waktu tepat inisiatif ini berlaku.

“Bayarnya di mana sedang kami rundingkan. Begitu juga dalam hal perdagangan, nanti desainnya seperti apa,” imbuhnya.

Asuransi lintas batas negara akan diimplementasikan dalam bentuk Blue Card Scheme. Inisiatif ini akan memfasilitasi asuransi kendaraan bermotor, memperkuat pencegahan kecelakaan lalu lintas jalan, hingga pelindungan atas distribusi barang antar negara Asean.

sumber: Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*