Asuransi Harta Benda diproyeksi Tumbuh Dua Digit

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia memproyeksi lini usaha asuransi harta benda dapat tumbuh dua digit pada 2018, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan industri asuransi umum tahun ini sebesar 9%-10%.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Achmad Sudiyar Dalimunthe memproyeksi lini usaha asuransi harta benda dapat tumbuh sedikitnya 10% pada tahun ini yang didorong faktor pertumbuhan properti komersial seperti mall, pabrik, sejalan dengan meningkatnya optimisme pertumbuhan ekonomi. Selain itu, adanya rencana pertumbuhan properti residensial seperti hunian yang dibiayai KPR dan KPA dari perbankan maupun lembaga pembiayaan.

Sampai dengan akhir 2017, kata dia, premi lini usaha asuransi harta benda diproyeksi tumbuh 9%. Laporan kinerja kuartal III 2017 AAUI menunjukkan, perolehan premi lini usaha asuransi harta benda sebesar Rp13,03 triliun, naik 4% dibandingkan dengan perolehan premi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp12,54 triliun.

Sementara itu, klaim lini usaha asuransi harta benda kuartal III 2017 menurun 7,9% dibandingkan dengan preiode yang sama tahun sebelumnya. Adapun, pangsa pasar lini usaha ini sebesar 29,5% atau terbesar dari keseluruhan industri asuransi umum. Sementara, kontribusi terbesar kedua berasal dari lini usaha kendaraan bermotor sebesar 28,2%.

“Klaim sifatnya masih fluktuatif. Tapi untuk rumah tinggal cenderung lebih baik karena manajemen resiko makin baik,” katanya.

Optimisme juga disampaikan PT Asuransi Asoka Mas yang menargetkan perolehan premi dari asuransi properti sebesar Rp520 miliar sepanjang 2018. Target premi ini tumbuh 18,2% dari perolehan premi tahun lalu sebesar Rp440 miliar. PT Asuransi Asoka Mas menargetkan perolehan premi sebesar Rp1,3 triliun pada 2018.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*