Asuransi Ekspor Impor Barang Tertentu: Perusahaan Joint Venture Tetap Berpeluang

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia menegaskan perusahaan perasuransian nasional termasuk joint venture, berpeluang menggarap lini bisnis asuransi pengangkutan ekspor CPO dan batu bara, serta impor beras sesuai dengan ketentuan dalam Permendag Nomor 48 tahun 2018.

Hal ini ditegaskan Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe untuk mengklarifikasi berita berjudul Mulai 1 Agustus, Asing Tak Berpeluang di harian Bisnis Indonesia edisi Senin (30/4/2018).

Dia menyampaikan, untuk perusahaan joint venture tetap berpeluang menggarap potensi tersebut sepanjang berbadan hukum Indonesia dan telah mendapatkan izin OJK.

Regulasi tersebut merupakan perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82 Tahun 2017 tentang ketentuan penggunaan angkutan laut dan asuransi nasional untuk ekspor dan impor barang tertentu.

Dalam pasal 4 pada regulasi tersebut mengatur eksportir dalam mengasuransikan barang ekspor, yakni CPO dan batubara, wajib menggunakan asuransi dari perusahaan perasuransian nasional. Ketentuan ini juga berlaku bagi importir yang mengimpor beras.

Lebih lanjut, ketentuan mengenai penggunaan asuransi nasional untuk ekspor dan impor barang tertentu mulai berlaku pada 1 Agustus 2018. Adapun, ketentuan pasal 5 ayat (2) dihapus.

Pasal 5 ayat (2) Permendag Nomor 82 Tahun 2017 menyebutkan, dalam hal asuransi dari perusahaan perasuransian nasional masih terbatas ketersediaan atau tidak tersedia, eksportir dan importir dapat menggunakan asuransi dari perusahaan perasuransian nasional dan atau perusahaan perasuransian asing. Sebelum mengalami perubahan, regulasi tersebut masih memberikan peluang bagi perusahaan perasuransian asing.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*