Arus Peti Kemas Pelabuhan Tumbuh 7,89%, Tertinggi 4 Tahun

Kementerian Perhubungan melansir statisik arus peti kemas di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola empat BUMN kepelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo I-IV).

Pada 2017, arus peti kemas tercatat tumbuh 7,89%, tertinggi sejak 2013 sekaligus melampaui pertumbuhan rerata dalam 4 tahun terakhir.

Data Statisik Perhubungan yang dikutip pada Kamis (17/5/2018) menunjukkan total arus peti kemas yang dicatat Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV mencapai 14,92 juta TEUs (twenty-foot equivalent unit).

Pelindo II mencetak arus peti kemas terbesar yakni 6,91 juta TEUs, disusul Pelindo III (4,91 juta TEUs), Pelindo IV (1,94 juta TEUs), dan Pelindo I (1,14 juta TEUs).

Selain mencatat arus peti kemas terbanyak, Pelindo II juga mencetak pertumbuhan tertinggi, yakni 11,15%. Pertumbuhan tersebut diikuti Pelindo III yang mencatat pertumbuhan arus peti kemas 6,68% dan Pelindo IV sebesar 5,12%. Sementara itu, Pelindo I mencatat koreksi sebesar -0,43%.

Secara umum, pertumbuhan arus peti kemas pada 2017 lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja tiga tahun sebelumnya yang tidak pernah tumbuh di atas 5%. Di 2015, arus peti kemas malah turun 5,32%.

Sementara itu, pada 2014, arus peti kemas hanya tumbuh 1,48%. Secara rerata, pertumbuhan arus peti kemas dalam periode 20133-2017 mencapai 2,39%.

Tahun ini, BUMN kepelabuhan optimistis bisa melanjutkan tren pertumbuhan arus peti kemas.

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya mengatakan tahun ini perseroan membidik pertumbuhan sekitar 10%. Dia mengutarakan perseroan terus berupaya mendatangkan kapal besar untuk menggenjot arus peti kemas, terutama kargo ekspor.

Sejak April 2017, Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta yang dikelola Pelindo II sudah melayani direct call ke Amerika Serikat dan Eropa dengan kapal berkapasitas 8.000 TEUs.

Kini, Tanjung Priok kedatangan kapal berukuran lebih besar, yakni CMA CGM Tage berukuran 10.000 TEUs, menyusul kapal APL Salalah berkapasitas 10.642 TEUs yang sudah singgah pada 3 Mei 2018 lalu.

Elvyn mengungkapkan perusahaan pelayaran lain juga tertarik untuk memboyong kapal raksasa berkapasitas 14.000 TEUs ke Tanjung Priok. “Kami jajaki dengan yang lain, yang 14.000 TEUs itu rencananya pertengahan Juni datang,” ucapnya.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*