Apakah Manfaat Membeli Asuransi Tanggung Gugat Atau Liability?

Banyak perusahaan membeli Asuransi Liability karena tuntutan sebuah kontrak dari klien atau partner kerja, sehingga mau tidak mau harus membelinya. Mengapa demikian? Karena Asuransi Liability merupakan jaminan tanggung jawab hukum terhadap Pihak Ketiga.

Siapakah Pihak Ketiga itu? Pihak Ketiga dalam asuransi adalah semua Pihak di luar Pihak Pertama : Pihak yang mengasuransi (Tertanggung) dan Pihak Kedua adalah : Perusahaan Asuransi.

Perusahaan asuransi merasa lebih membutuhkan asuransi yang berhubungan dengan risiko-risiko yang langsung dapat memberikan kerugian pada dirinya sendiri dibandingkan pada pihak lain (Pihak Ketiga). Padahal sesungguhnya tuntutan hukum yang timbul bila terjadi kelalaian dan kerugian terhadap orang lain yang ditimbulkan karena perbuatan atau kegiatan bisnisnya dapat menimbulkan kerugian yang besar bagi perusahaan. Seperti asuransi kebakaran, gempa bumi, huru hara, kerusuhan, pencurian dan perampokan, dari pada asuransi tanggung gugat atau Liability.

Padahal jelas sekali dalam KUHP Pasal 1365 – 1380 menjadi dasar hukum yang kuat untuk menuntut perusahaan atau badan hukum bila terjadi kelalaian yang dapat merugikan orang lain :

Pasal 1365

Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk mengganti kerugian tersebut.

Pasal 1366

Setiap orang bertanggung jawab, bukan hanya atas kerugian yang disebabkan perbuatan-perbuatan, melainkan juga alas kerugian yang disebabkan kelalaian atau kesembronoannya.

Pasal 1367

Seseorang tidak hanya bertanggung-jawab atas kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri, melainkan juga atas kerugian yang disebabkan perbuatan orang-orang yang menjadi tanggungannya, atau disebabkan barang-barang yang berada di bawah pengawasannya.

Orang tua dan wali bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh anak-anak yang belum dewasa, yang tinggal pada mereka dan terhadap siapa mereka melakukan kekuasaan orang tua atau wali.

Majikan dan orang yang mengangkat orang lain untuk mewakili urusan-urusan mereka, bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh pelayan atau bawahan mereka dalam melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepada orang-orang itu.

Guru sekolah atau kepala tukang bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh murid muridnya atau tukang-tukangnya selama waktu orang-orang itu berada di bawah pengawasannya.

Tanggungjawab yang disebutkan di atas berakhir, jika orang tua, wali, guru sekolah atau kepala tukang itu, membuktikan bahwa mereka masing-masing tidak dapat mencegah perbuatan atas nama mereka seharusnya bertanggung-jawab.

Jadi dari pasal tersebut di atas, jelas sekali bahwa perusahaan atau badan hukum sangat membutuhkan Asuransi Tanggung Gugat / Liability untuk melindunginya dari tuntutan pihak ketiga akibat kelalaian atau kesalahan yang ditimbulkan yang dapat menimbulkan kerugian materil atau cedera badani pada pihak ketiga.

sumber: mitracaonline

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*