Galangan Bandar Abadi Luncurkan Kapal Tanker MT Zaleha Milik Keluarga Ibnu Sutowo

Galangan PT Bandar Abadi, Batam, Kepulauan Riau, meluncurkan kapal tanker minyak MT Zaleha H-289 pesanan PT Pelayaran Umum Indonesia (Pelumin).

Kapal tanker yang sudah dikerjakan sejak tahun 2016 silam tersebut berukuran panjang 65 meter dan lebar 15 meter dengan muatan 1.500 ton.

Diluncurkan di kawasan galangan PT Bandar Abadi di Tanjunguncang, Batuaji dan disaksikan langsung oleh Komisari PT Pelumin Andara Sutowo, Kepala BP Batam Hatanto Reskdiputro, perwakilan Kakanpel serta pihak kepolisian setempat, Rabu (12/7/2017).

Komisaris PT Bandar Abadi Amran Tan dalam sambutannya mengaku, cukup berbahagia dengan luncurnya kapal tersebut. Itu karena amanah dari PT Pelumin yang dititipkan ke PT Bandar Abadi telah dikerjakan secara baik dan bahkan rampung lebih awal dari jadwal pengerjaan yang disepakati.

“Sesuai kesepakatan awal, seharusnya Agustus nanti baru dilounching, tapi karena kami selesaikan lebih awal jadi lounching juga dilakukan lebih awal. Ini sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Amran.

Kapal tersebut kata Amran, dipesan pada Agutus tahun 2016 lalu dan sesuai kesepakatan awal seharusnya Agutus 2017 nanti baru rampung. Namun untuk menjaga kepercayaan pemesan sesuai komitmen perusahaanya, sambung Amran, kapal tersebut memang sengaja diselesaikan lebih awal.

“Meskipun lebih cepat rampung namun untuk kualitas tetap nomor satu. Kapal ini dikerjakan dengan baik sesuai spek yang ada,” kata Amran.

Direktur PT Bandar Abadi Maslina Simajuntak menambahkan kapal tengker tersebut dibangun dengan spesifikasi yang sangat baik diantaranya berbahan plat baja dari Ukraina dan diperkuat dengan mesin dari Myanmar.

“Panjang kapal 65 meter, lebar 15 meter dengan daya tampung (BBM) 150 ton,” kata Maslina.

Andara Sutowo di lokasi yang sama menyambut baik atas rampungnya pengerjaan kapal pesanan mereka tersebut. Dia berharapa agar kapal yang sudah diluncurkan tersebut bisa menjadi kapal andalan di perusahaan mereka.

“Sebab pengadaan kapal ini untuk mendukung armada-armada kapal di perusahaan kami yang umumnya sudah usia tua. Jadi kami sangat berharap agar kapal ini bisa diandalkan nantinya,” ujarnya.

Kapal tersebut rencananya akan menjadi kapal penyuplay BBM di perusahaan mereka dengan menggandeng pihak Pertamina sebagai partner kerja.

SEKILAS ZALEHA & PELUMIN

Tidak disangka Kkpal MT. Zaleha diambil dari nama sang ibunda tercinta pemilik PT Pelumin.

Maslina Simanjuntak menampaikan sejarah singkat pemberian nama MT Zaleha.

Sebuah legenda keluarga terjadi beberapa tahun latu tepatnya 23 September 1914 lahir seorang pemuda yg bernama Ibnu Sutowo, setelah tumbuh dewasa dia bergabung dengan TNI.

Pada tahun 1940, pria itu berhasil menyelesaikan pendidikan dokter di Surabaya lalu bertugas di Rumah Sakit Tentara di Palembang.

Ditempat tugas inilah seorang Ibnu Sutowo mendapatkan tambatan hati yaitu berkenalan dengan seorang wanita cantik putri H. Safei yang bernama Zaleha. Pada 12 September 1943, wanita ini resmi disunting Ibnu Sutowo.

Waktu terus bergulir seorang Zaleha dengan sendirinya secara perlahan mulai terlibat dalam kegiatan suami sebagai tokoh militer.

Pada tahun 1957, Jendral Abdul Haris Nasution (KSAD) menunjuk Ibnu Sutowo untuk mengelola tambang minyak Sumatera Utara yang bernama PT Permina.

Pada tahun 1968, atas instruksi Presiden Soeharto, PT Permina digabung dengan perusahaan minyak milik negara lainnya dan berubah nama menjadi PT Pertamína. Ibnu Sutowo ditunjuk menjadi direktur utama.

Zaleha mempunyai peran besar dibalik sukses karier Ibnu Sutowo. Selalu memberi dorongan serta pendapat positif kepada suaminya di samping harus mengurus dan mendidik putra putrinya sebanyak tujuh orang.

Pada tahun 1976, Ibnu Sutowo mengundurkan diri darí Pertamina, untuk mengurus bisnis pribadinya.

Pada 12 Januari 2001, Ibnu Sutowo meninggal dunia. Pengelolaan bisnis dilanjutkan oleh istrinya. Putera puterinya sudah mulai dilibatkan dalam pengelolaan bisnis bernama Nugra Santana.

Pada 19 Pebruari 2013, keluarga berkabung lagi karena Zaleha berpulang ke rahmatulloh. Dengan demikian bisnis pribadi keluarga sepenuhnya dikelola oleh putra putrinya.

Saat ini salah satu anak perusahaan Nugra Santana yaitu PT Pelayaran Umum Indonesia (Pelumin) telah membangun sebuah kapal tanker. Dan sebagai pengabdian putra putri kepada beliau terutama kepada ibunda maka nama ibunda diabadikan menjadi nama kapal yang baru selesai dibangun ini.

sumber: beritatrans

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>