Asuransi Umum: Lini Energi Bisa Terdongkrak

Asosiasi  Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksikan lini bisnis asuransi energi pada semester II tahun ini membaik seiring dengan kebijakan pemerintah yang memudahkan ekspansi bisnis di bidang tersebut.

Direktur Eksekutif AAUI Julian Noor mengatakan asuransi lini bisnis energi juga akan terdongkrak apabila realisasi proyek pembangkit listrik sebesar 35.000 MV untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional dipercepat.

“Kalau kemudian proyek  tersebut dikebut pemerintah pasti akan tumbuh [asuransi lini bisnis energi], karena komoditas  minyak seperti solar, bahkan batu bara pasti kan akan terkait,” kata Julian kepada Bisnis pada Senin (5/6).

Meski begitu, Julian mengatakan yang menjadi peran utama pada lini bisnis energi adalah dari harga komoditas minyak mentah dunia. Dia mengatakan meski saat ini harga komoditas minyak masih berfluktuasi, menurutnya, masih terdapat kecenderungan menguat.

Dia mengatakan lini bisnis asuransi energi prospektif lantaran keberadaan terkait dengan kebutuhan mendasar masyarakat. Mitigasi dari asuransi lini bisnis asuransi energi terletak pada eksplorasi pertambangan, produksi, dan transaksi komoditas energi, khususnya minyak dan gas.

“Sepanjang penguatan harga minyak ini terus terjadi akan mendorong perusahaan-perusahaan melakukan eksplorasi pengiriman dan lain-lain,” katanya.

Apabila kondisi tersebut tetap terjaga, kata Julian, asuransi lini energi juga akan terus terdorong karena proses yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan energi tersebut diproteksi oleh asuransi.

Berdasarkan data AAUI, pada kuartal I/2017 pendapatan premi lini bisnis energi mengalami pertumbuhan signifikan, yaitu 75,2% menjadi Rp110,25 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp62,93 miliar. Tingginya premi pada lini bisnis energi juga disebabkan dari pembayaran premi yang dibayarkan pada tahun lalu.

Meskipun demikian, dia menuturkan seharusnya lini bisnis energi tidak hanya dilihat dalam satu kuartal. Pasalnya, menurut Julian bisnis tersebut merupakan long term projek atau proyek tahun jamak. “Jadi, kalau mau melihat trennya pada lini bisnis energi ini mesti melihat dalam beberapa tahun.”

Sebelumnya, Julian mengatakan asuransi lini bisnis energi sepanjang tahun 2016 hanya tumbuh sebesar 7,8% (yoy). Sepanjang 2017, Julian meyakini akan menguat tumbuh hingga 10% apabila terus didukung dengan stabilnya harga komoditas.

Salah satu perusahaan asuransi umum yang menjalankan lini bisnis asuransi energi tersebut adalah PT. Asuransi Wahana Tata (Aswata).

Presiden Direktur Aswata Christian Wanandi mengatakan perbaikan asuransi lini bisnis energi juga dirasakan di perseroan. Dia mengatakan hingga akhir Mei 2017, perseroan mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 40%. “ Pada lini bisnis tersebut tumbuh 40% menjadi Rp18 miliar,” kata Christian.

Menurutnya, pertumbuhan pada lini tersebut karena adanya perbaikan dari harga komoditas minyak dan gas hingga saat ini. Pihaknya berharap perbaikan harga komoditas dapat selalu stabil.

Hingga saat ini kontribusi premi lini bisnis energi masih cenderung kecil sebesar 5%. Kendati demikian, dia tetap berencana mengoptimalkan lini bisnis tersebut untuk memperluas portofolio kontribusi premi perseroan,namun tetap memperhatikan kondisi dari komoditas. “Tentu saja akan lebih kami optimalkan lagi, tahun ini kami harapkan kontribusi dapat meningkat 10%.”

Sepanjang 2016, Aswata telah mencatatkan pendapatan premi Rp1,8 triliun, sedangkan tahun ini pihaknya menargetkan dapat meningkatkan pendapatan premi Rp2,1 triliun.

Dia mengatakan dari total pendapatan premi kontribusi terbesar pada segmen properti dan asuransi kebakaran, masing-masing memiliki porsi 33%-34%.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>