Ketentuan Izin Mendirikan Tower Telekomunikasi Di Indonesia

Izin mendirikan tower telekomunikasi harus dipahami oleh para pelaku bisnis komunikasi khusunya pebisnis menara. Indonesia sudah memiliki ketentuan izin mendirikan menara yang diatur dalam Permenkominfo02/2008 yaitu Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 02/Per/M.Kominfo/03/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi. Tujuan dari peraturan yang dibuat agar masing-masing pihak dapat terlindungi secara hukum.

Selain itu ketentuan izin mendirikan tower juga diatur dalam Peraturan Bersama Menteri yaitu Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Komunikasi dan Informatika dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 18 Tahun 2009;  Nomor: 07/Prt/M/2009; Nomor: 19/Per/M.Kominfo/03/2009;  Nomor: 3 /P/2009 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Bersama Menara Telekomunikasi.

Beberapa hal penting yang merupakan isi dari ketentuan izin mendirikan tower berdasarkan peraturan tersebut diantaranya adalah:

Definisi
Yang dimaksudkan menara dalam hal ini yang bersesuaian dengan izin mendirikan tower adalah sesuai dengan Permenkominfo 02/2008 Pasal 1 angka 3. DIkatakan bahwa menara adalah bangunan khusus yang berfungsi sebagai sarana penunjang untuk menempatkan peralatan telekomunikasi yang desain atau bentuk konstruksinya disesuaikan dengan keperluan penyelenggaraan telekomunikasi. Sedangkan dalam Pasal 1 angka 4 dari Permenkominfo 02/2008 dikatakan bahwa menara adalah telekomunikasi yang digunakan secara bersama-sama oleh Penyelenggara Telekomunikasi. Dengan demikian tower telekomunikasi dalam hal ini termasuk menara.

Syarat
Bahwasanya tower telekomunikasi harus digunakan secara bersama dan berkesinambungan demi efisiensi dan efektifitas. Pembangunan  tower telekomunikasi dapat dilaksanakan oleh pihak penyelenggara telekomunikasi, atau penyedia menara atau kontraktor menara. Izin mendirikan tower harus sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. Selain itu pembangunan menara harus sesuai dengan standart demi kemanan bersama.

Keamanan
Terkait dengan izin mendirikan menara, beberapa hal yang menyangkut aspek keamanan secara umum diantaranya :

Kekuatan tower telekomunikasi, yaitu harus stabil dan kuat. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam hal ini adalah tempat/ space, ketinggian tower telekomunikasi, struktur tower, rangka struktur tower, pondasi, serta harus memperhitungkan kecepatan angin.

Fasilitas pendukung tower/ menara, yaitu selain memiliki identitas hokum yang jelas juga harus melihat faktor pentanahan (grounding), catu daya, alat penangkal petir, lampu halangan penerbangan , serta marka halangan penerbangan.

Identitas yang jelas dari nama pemilik menara. Agar jika terjadi sesuatu akan mudah dilakukan penelusuran.  Dalam izin mendirikan tower, yang termasuk identitas diantaranya nama pemilik menara, lokasi menara atau tower, ketinggian menara, tahun pembuatan dan pemasangan menara, kontraktor menara serta beban maksimum menara.

Dengan demikian yang terikat dengan peraturan izin mendirikan tower diantaranya izin mendirikan tower triangle, syarat mendirikan tower telkomsel maupun segala bentuk tower telekomunikasi yang sesuai dengan definisi diatas. Sedangkan yang terkait dengan penggunaan tower untuk kepentingan bersama jika hendak melakukan kerjasama pemakaian bersama, ketentuan harga sewa tower bts biasanya berhubungan dengan pemilik tower.

sumber:  dct

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>