Di Korea Selatan, Indonesia Bidik Pasar Wisata Kapal Pesiar Dunia

Indonesia terus mengejar promosi wisata kapal pesiar dunia. Di Korea Selatan, Indonesia unjuk gigi semua potensi wisata cruise yang ada.

Selama dua hari, 18-19 Juli 2016, potensi wisata kapal pesiar di wilayah Indonesia digelar di Kota Daejeon dan Seoul, Korea Selatan. Manajemen kapal pesiar, memaparkan betapa berlayar di perairan Indonesia merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa.

Puluhan tour operator dan wartawan Korea hadir dalam acara tersebut. Diharapkan, lebih banyak warga Korea berminat ikut menikmati keindahan laut Nusantara.

kapalpesiar_asuransikapal02

“Turis kapal pesiar sangat penting bagi Indonesia, bukan hanya dari sisi jumlahnya namun juga kualitasnya (belanja). Karena itu, pemerintah terus memasarkan wisata ini dengan agresif sehingga Indonesia menjadi pusat maritim dunia,” ujar Direktur Promosi Asia Pasifik, Kemenpar, Vinsensius Jemadu, (Juli 2016).

Perairan Indonesia sudah mulai ramai dilayari kapal-kapal pesiar tingkat dunia seperti Holland American Line dan Azamara Club and Costa Cruise. Selain itu ada cruise nasional, seperti Sololona, yang mulai dilirik banyak salebriti dunia, termasuk petinggi Google.

Tahun ini, diperkirakan 300-an kapal pesiar akan datang ke wilayah Indonesia. Adapun destinasi utamanya adalah Tanjung Benoa Bali, Nusa Tenggara dan Jawa. Tanjung Benoa meraup 37,5 persen kunjungan karena memang fasilitas untuk kapal pesiar sangat mumpuni.

Menurut Jordi Paliama, penanggung jawab promosi di Korea, Indonesia memiliki potensi sangat besar di bidang wisata kapal pesiar. Maklumlah, 2/3 wilayah Indonesia dikelilingi air dengan panjang garis pantai hingga 54.716 km, atau terpanjang kedua setelah Kanada. Matahari pun bersinar sepanjang tahun.

“Di Raja Ampat sangat menarik untuk dikunjungi wisatawan kapal pesiar karena daerah timur Indonesia ini memiliki 970 spesies ikan dan 450 model terumbu karang,” ujarnya.

Untuk melebih menarik lebih banyak kapal pesiar dunia datang ke wilayah Nusantara, Pemerintah terus menggenjot perbaikan peraturan. Aturan cabotag sudah dicabut sehingga kapal pesiar bisa mengambil penumpang di Tanjung Perak, Tanjung Priuk, Bali, Belawan dan Makassar. Selain itu, pemerintah menyederhanakan izin pengurusan berlayar untuk yacht dari satu bulan menjadi satu hari.

sumber: detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>